
GEDANGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Sebelas Maret (KKN UNS) menggelar pelatihan pembuatan gantungan kunci berbahan shrink paper bagi siswa kelas 5 dan 6 SDN 2 Gedangan, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan. Kegiatan ini bertujuan mengasah kreativitas siswa sekaligus mengenalkan bahan kerajinan yang belum familiar di kalangan masyarakat setempat.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (04/08). Dalam pelatihan tersebut, siswa terlebih dahulu diperkenalkan dengan media, alat, dan bahan yang digunakan, mengingat shrink paper masih asing bagi masyarakat setempat. Selama pelaksanaan rangkaian acara, siswa mendapatkan pendampingan langsung dari mahasiswa.
Proses pembuatan diawali dengan pembagian alat dan bahan, dilanjutkan menggambar pola pada kertas dan mengguntingnya. Selanjutnya, siswa menyerahkan kertas tersebut untuk dilubangi, dipanaskan menggunakan hot gun, hingga tahap finishing menggunakan resin dan sinar UV. Setiap peserta kemudian mendapatkan gantungan kunci hasil karyanya sendiri.
Penyelenggara menyebutkan, kegiatan ini digagas karena bahan shrink paper tergolong modern, mudah didapat, serta memiliki proses pembuatan yang singkat dan mudah dipelajari. Selain melatih kreativitas dan imajinasi, produk yang dihasilkan juga berpotensi menjadi ide wirausaha, mengingat Pacitan merupakan daerah wisata yang membutuhkan banyak produk merchandise atau oleh-oleh, terlebih produk handmade atau DIY (do it yourself) tengah banyak diminati karena sifatnya yang unik dan terbatas.
Pada pelaksanaannya, para siswa terlihat antusias mengikuti pelatihan hingga selesai. Suasana kelas berlangsung kondusif dan tidak ramai, dengan peserta yang mengikuti setiap tahapan secara tenang.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap siswa dapat semakin kreatif dan terbuka wawasannya, sehingga tertarik untuk membuat serta memasarkan produk sejenis secara mandiri. Bahan ini juga dapat dikembangkan menjadi produk lain seperti kancing baju, dengan biaya produksi yang tetap murah dan proses yang bisa dikerjakan sendiri di rumah tanpa perlu melalui jasa percetakan.
Meski demikian, penyelenggara mengingatkan bahwa proses pemanasan dan penyusutan shrink paper memerlukan ketelitian, karena bagi pemula yang belum berpengalaman, kertas berisiko mudah sobek jika tidak ditangani dengan tepat.



