
GEDANGAN – Sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk bokashi berbasis kotoran kambing. Kegiatan ini memperkenalkan cara baru dalam mengolah limbah ternak kambing melalui proses fermentasi.
Inovasi pengolahan limbah ternak ini merupakan salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata Universitas Sebelas Maret (KKN UNS) Kelompok 196. Ide tersebut muncul karena adanya potensi di Desa Gedangan yang memiliki banyak peternak kambing sehingga jumlah limbah kotoran kambing yang dihasilkan juga banyak. Akan tetapi, sebagian peternak masih belum mengolah limbah ternaknya dengan baik, sehingga dapat mencemari lingkungan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (14/7) di Balai Desa Gedangan, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan. Dengan melibatkan 15 peternak kambing setempat, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam pengelolaan lingkungan yang lebih baik dengan mengurangi limbah ternak.
Sosialisasi diawali dengan pemaparan materi mengenai dampak penumpukan limbah ternak khususnya kotoran kambing terhadap lingkungan dan kesehatan. Selain itu juga dijelaskan terkait cara pembuatan pupuk, ciri-ciri keberhasilan proses fermentasinya, dan panduan pengaplikasian ke tanaman.

Setelah memahami cara pengolahannya, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan pupuk dengan mencampurkan bahan-bahan yang telah disediakan sesuai takaran. Keterlibatan peserta dalam proses demonstrasi pembuatan pupuk bokashi memberikan gambaran yang jelas untuk selanjutnya dapat melakukan praktik secara mandiri. Respon aktif dari peserta menunjukkan ketertarikan masyarakat untuk mengolah limbah ternak kambing menjadi bahan yang ramah lingkungan.

